Kemarin sore, saya bareng teman muter-muter sekitaran Perumnas Tangerang. Belum makan siang, makannya jadi sore, bingung juga menu yang mau dipilih.

Di pinggir Jalan Pandan Raya, dekat Palem Semi Perumnas Tangerang ada tempat kuliner yang namanya cukup unik, Bakso Uleg khas Temanggung Bu Yoen sesuai dengan nama yang tertera di depan warung bakso milik beliau.
Saya kira bakso uleg itu bakso tanpa kuah yang disajikan seperti rujak uleg, ternyata perkiraan saya itu melenceng jauh. Bakso uleg yang disajikan Bu Yoen hampir sama dengan bakso-bakso yang lain, hanya saja sambal yang disajikan diuleg dadakan ketika kita hendak memesan, beberapa buah cabe yang diuleg/dihaluskan langsung di atas mangkuk.

Walaupun sajian utamanya bakso uleg, di warung bakso Bu Yoen menyediakan menu lain seperti kupat tahu, wedang ronde, es campur, dan minuman segar lainnya. Harganya relatif murah, dari Rp 2.500,- sampai Rp 7.000,-. Gak terlalu mahal kan?

Bu Yoen dan keluarga asli dari Temanggung – Jawa Tengah, dari tahun 1980 hijrah ke Tangerang. Cukup lama juga ya, sudah 30 tahun. Tetapi usaha kuliner yang ditekuninya baru sekitar 5 bulan, mulai buka usahanya Bulan Maret 2010 kemarin. Walaupun belum genap 6 bulan, pelanggannya sudah cukup banyak, dari sekitaran Tangerang sampai Jakarta.

Berdirinya usaha kuliner tersebut bermula dari keprihatinan Bu Yoen dengan kuliner sekarang yang sudah melekat dengan zat-zat makanan berbahaya yang dapat merusak kesehatan, dan mengisi waktu luang sehari-hari Bu Yoen. Bu Yoen pun terus memutar pikirannya, akhirnya tercetuslah ide kuliner unik yang tetap disukai banyak kalangan yang sesuai dengan selera lidah orang Indonesia.

Bakso uleg dan menu lain yang disajikan warung bakso Bu Yoen dibuat asli dari tangan kreatif Bu Yoen tanpa adanya campuran zat-zat berbahaya. Tanpa bahan pengawet, sambal dari cabe yang diuleg langsung, tanpa vetsin/MSG, dan disajikan tanpa saos. Itulah cara sehat yang diterapkan Ibu yang putra-putrinya sudah beranjak dewasa semua.

Bakso uleg yang saya pesan pun tiba, sajiannya pun agak sedikit berbeda dari bakso-bakso yang lain. Bakso dicampur tahu dan ketupat diberi bumbu-bumbu alami tanpa saos, bisa juga dicampurkan merica, kecap manis dan asin. Bu Yoen tidak menyediakan cuka bagi Anda yang suka makan bakso dengan rasa yang asam-asam tapi jangan kecewa dulu, Bu Yoen menyediakan alternatif pengganti cuka yang lebih sehat, air yang dicampur asam hitam bisa juga dikombinasikan. Anda yang menyukai bakso dengan rasa yang asam-asam pasti gak akan kecewa.

Bu Yoen sedang melayani pembeli.

Secara tak langsung, bersantap kuliner di tempat ini, Anda telah menerapkan pola hidup sehat ala Bu Yoen.

Anda penasaran, langsung saja berkunjung dan nikmati sehatnya sajian kuliner Bakso Uleg khas Bu Yoen. (Cahyana Putra)