Per tanggal 04 Juni 2010 pukul 11.59 PM, Indonesia tercatat menempati posisi ke-3 di dunia sebagai pemilik user ID Facebook terbanyak di bawah Amerika Serikat dan Inggris.

Jumlah user ID yang terdaftar yakni sebanyak 24.722.360 atau 5,31% dari jumlah keseluruhan user ID di seluruh negara di dunia yaitu sebanyak 465.547.440 user ID. Dari jumlah tersebut 59,3% atau 14.585.920 user ID laki-laki dan sisanya 40,7% atau 10.019.640 user ID perempuan.

Sedangkan pengelompokkan user ID berdasarkan usia, yakni:

  • 41,9% atau 4.198.100 pengguna (usia 18-24 tahun).
  • 29,0% atau 2.902.920 pengguna (usia 14-17 tahun).
  • 18,6% atau 1.859.040 pengguna (usia 25-34 tahun).
  • 5,7% atau 567.060 pengguna (usia 35-44 tahun).
  • 2.7% atau 268,420 pengguna (usia <=13 tahun).
  • 1.5% atau 149,560 pengguna (usia 45-54 tahun).
  • 0.4% atau 40,720 pengguna (usia 55-64 tahun).
  • 0.3% atau 33,740 pengguna (usia 65 tahun ke atas).

Dari jumlah tersebut, memang tidak dapat dikatakan 100% akurat karena banyak yang membuat akun di Facebook  lebih dari satu setiap orangnya. Dan juga tidak 100% data yang tercantum di Facebook adalah data yang benar mengenai si pemilik akun. Tetapi data di atas dapat menjadi gambaran bahwa situs jejaring sosial tersebut sudah diakses di semua kalangan, anak-anak di bawah umur 13 tahun sampai orang yang sudah lanjut di atas 65 tahun.

Facebook bak kacang goreng yang laris manis dalam tempo yang singkat. Hanya dalam kurun waktu sekitar 3 tahun, situs jejaring sosial karya Mark Zuckerberg programmer asal Amerika Serikat ini mampu bersaing dan mengalahkan ketenaran para pesaingnya sekelas Friendster dan Twitter dengan jumlah user ID lebih dari 465 juta.

Facebook memiliki nilai lebih dan kurangnya, dengan memiliki user ID di situs jejaring sosial yang identik dengan warna biru tersebut kita dapat berkomunikasi dengan keluarga, kerabat, sahabat, guru, atau siapa pun di mana saja dan kapan saja selama terjangkau dengan dunia maya. Tak hanya itu pula, Facebook pun bisa menjadi media penipuan, transaksi bisnis haram, atau tindak kejahatan lainnya yang sedang marak akhir-akhir ini.

Pokoknya, kita harus bisa memanfaatkan situs jejaring sosial terbesar di dunia tersebut untuk hal-hal yang berguna bagi kita dan khalayak umum. So, tergantung niat dan perilaku kita.

Jadilah facebooker yang menebar bermanfaat!🙂 (Cahyana Putra)

Referensi: CheckFacebook