Pada postingan sebelumnya, papan atas badminton di dunia masih didominasi oleh negara-negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pada postingan kali ini pun tidak jauh berbeda dari postingan sebelumnya, masih didominasi oleh negara pencetak atlet-atlet badminton dunia papan atas seperti China, negara kita Indonesia, satu wakil Eropa-Denmark, Malaysia, dan Korea Selatan.

Korea Selatan yang sebelumnya harus mengakui keunggulan Malaysia, akan tetapi kali ini Negeri Ginseng tersebut mampu mensejajarkan peringkatnya dengan Negeri Jiran dan harus mengakui keunggulan China sebagai raja badminton dunia, Indonesia di posisi runner-up, dan Denmark di tempat ketiga.

Pada daftar negara Top 19 di bawah ini banyak sekali perubahan yang cukup signifikan, baik dari jumlah nilai yang dikumpulkan, naik turunnya peringkat, maupun negara yang harus keluar dari jajaran negara elit di dunia perbulutangkisan.

Untuk lebih jelasnya, anda dapat melihat tabel Top 19 di bawah ini.

Peringkat Negara Kawasan Nilai
1 China Asia Timur 422
2 Indonesia Asia Tenggara 189
3 Denmark Eropa Utara 167
4 Malaysia Asia Tenggara 131
4 Korea Selatan Asia Timur 131
5 Jepang Asia Timur 106
6 Thailand Asia Tenggara 81
7 Hongkong Asia Timur 63
8 Rusia Eropa Timur 51.5
9 India Asia Selatan 51
10 Taiwan Asia Timur 45
11 Inggris Eropa Utara 40
12 Prancis Eropa Barat 26
13 Jerman Eropa Barat 25.5
14 Vietnam Asia Tenggara 20
15 Polandia Eropa Timur 19
16 Bulgaria Eropa Timur 17.5
17 Belanda Eropa Barat 15
17 Amerika Serikat Amerika Utara 15
18 Singapura Asia Tenggara 8
19 Kanada Amerika Utara 1.5

Update: Per 06 Mei 2010

(Daftar di atas diperoleh atas hasil analisa saya sendiri dengan mengacu pada peringkat atlet di semua sektor yang masuk 25 besar dunia sesuai yang tercantum pada website BWF)

Pada tabel di atas dapat kita lihat bahwa Negeri Tirai Bambu-China masih bertengger di puncak dan Kanada harus puas di peringkat paling dasar. Malaysia dan Korea Selatan sama-sama di posisi keempat dengan raihan nilai 131 serta Belanda dan Amerika Serikat yang berada di urutan 17 dengan nilai 15.

Metode penilaian pemeringkatan di atas seperti sama pada postingan sebelumnya, yaitu dengan mengakumulasikan nilai yang diperoleh tiap atlet yang mewakili negaranya di semua sektor; Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Campuran, Ganda Putra, dan Ganda Putri. Akumulasi poin tersebut diambil dengan melibatkan para atlet yang masuk dalam daftar 25 besar dunia, atlet yang berada di peringkat pertama diberi poin 25, peringkat kedua diberi poin 24, sampai seterusnya di peringkat 24 diberi poin 2, dan yang terakhir peringkat 25 diberi poin 1.

Apabila pada sektor ganda; Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran terdapat pasangan yang berbeda negara maka nilai yang diperoleh dibagi dua.

Ajang perhelatan akbar badminton 2 tahunan Thomas & Uber Cup akan digelar di Malaysia dari tanggal 09-16 Mei 2010. Pada waktu dan tempat itulah akan terjadinya persaingan sengit dari para finalis yang akan membuktikan bahwa dirinyalah yang pantas menjadi yang terbaik di ajang bergengsi tersebut tahun 2010 ini.

Tim Merah Putih pun siap bersaing untuk memboyong kembali gelar juara Thomas & Uber Cup yang sudah lama tak didapatkannya lagi. Semoga atlet-atlet kebanggaan bangsa ini terus semangat dalam perjuangannya untuk menjadi yang terbaik di dunia.

Do’akan dan dukung terus Tim Merah Putih Thomas & Uber…!!! Kamu pasti bisa!🙂 (Cahyana Putra)