Cukup lama juga yaaa gak update lagi ini blog. Tu de poin aja lah…
Siang ini waktunya istirahat kerja… Mumpung hujan dah berhenti tapi sedikit gerimis juga, langsung aja berangkat dari tempat kerja menuju sebuah tempat di bilangan Karawaci – Tangerang.
Yupz,,, Supermal Karawaci… Hehehe
Ngapain ke sana? Beli tiket buat nonton film 2012, alhamdulillah dapat juga tiketnya meskipun jadwal tayangnya jam 20.45, klo beli yang jam tayangnya 14.45 atau 17.45 dah habis terjual, lagian juga jam segitu gak bisa nonton karena lagi jamnya kerja, klo yang maghribnya baru keluar kerja truz mau shalat dulu atuh, gak seru kan klo nontonnya telat…🙂
Kemaren mau beli tiketnya dah kehabisan, di tempat yang lain kejauhan… Penasaran aja pengen tau cerita filmnya karena film itu lagi booming dan heboh di kalangan penggemar film bioskop tanah air.
Klo yang belum nonton, datang aja ke bioskop terdekat… Klo yang udah nonton pasti dah tau cerita filmnya, rame gak?
Tiket yang dibeli gak banyak sih, cuma satu doank buat aku seorang…😦
Setelah aku beli ntuh tiket buat nonton, langsung aja kembali lagi ke tempat kerja. Di luar sana, ternyata eh ternyata hujan turun lagi. Deras pula hujannya, lama banget berhentinya.
Banyak orang yang dari mal hendak kembali lagi ke tempat kerjanya sehabis istirahat kerja ataupun pulang ke rumahnya masing-masing bagi yang sekadar jalan-jalan ke mal. Dengan begitu, banyak pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari rejeki sebagai tukang ojek payung.
Semua tukang ojek payung tersebut masih anak-anak di bawah umur, mungkin mereka masih sekolah atau sudah terputus di tengah jalan karena satu dan lain hal. Mereka saling berebut menawarkan jasa kepada orang-orang yang hendak pergi meninggalkan mal itu demi mendapatkan lembaran rupiah (bukan dollar lho!). Masa muda yang seharusnya disibukkan dengan belajar untuk meraih cita-cita di masa depan tetapi mereka harus banting tulang agar mereka bisa bertahan hidup dan membantu meringankan beban orangtuanya.
Apakah seperti ini nasib generasi penerus bangsa yang berasal dari kalangan yang kurang mampu? Mereka butuh pendidikan, mereka butuh kasih sayang orangtuanya, mereka bukan alat untuk menghasilkan uang.
Karena hujan tak kunjung reda, malahan semakin deras mengguyur Tangerang sedangkan waktu terus berjalan. Kuputuskan untuk memakai jasa tukang ojek payung untuk sampai di tempat pemberhentian angkot.
Sambil berjalan menuju tempat tujuan, aku bertanya-tanya pada anak yang aku sewa payungnya. Yang aku tahu, dia seorang perempuan berumur sekitar 13 tahun. Dia hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 5 SD, bapaknya sudah meninggal dan ibunya menikah lagi dengan orang lain. (Ntar dilanjut lagi…)